RIAU, Pekanbaru – Diskusi publik yang ditaja oleh Cipayung Plus berlangsung meriah di kawasan Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang digelar di DAAZ Cafe tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan tampak hadir sebagai narasumber Karo SDM Polda Riau Kombes Dr Boy JS, Kasubdit Tipidter AKBP Teddy, dan Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi.
Diskusi bertema ; Green Policing; Berhasil atau Gagal itu, narasumber dari Polda Riau Kombes Dr Boy JS secara baik menjelaskan landasan Green Policing secara Ontologis, Epistemologis, aksiologis maupun turunan implementasinya.
Sementara itu, Dr Elviriadi dengan retorika khasnya menjelaskan Green Policing lebih dalam.
"Green Policing ini sebuah Pengumuman tentang identitas Polda Riau yang di gagas pak Kapolda Irjen Herry Heryawan.
Sebuah insinuasi. Perayaan kesadaran yang massif. Pernyataan Identitas dan deklarasi ideologis. Bahwa Polda Riau berada di posisi penjaga ekologis. Sebuah pilihan tegas dan memperlihatkan cita rasa kebudayaan dan intelektualitas," ujar Alumni UKM Malaysia ini,Selasa (2/6/26).
Akademisi yang kerap jadi ahli di pengadilan ini menjelaskan konstelasi green Policing.
"Dalam percaturan kebangsaan, ke-Riau-an, dan keputus-asaan publik, Green Policing menerobos mitos penegakan hukum yang absurd terhadap isu lingkungan.
"Pak Kapolda Menerobos ketidak tersentuhan para penjabat lingkungan dan hutan yang selama ini nyaman dalam comfort zone. Isu lingkungan yang semula ditinggalkan, kini naik rating jadi maenstream, "imbuh putra Selatpanjang itu.
Namun demikian, Pengurus KAHMI Nasional itu menyayangkan gerakan restorasi lingkungan Green Policing tidak disambut stakeholder penyelenggara negara karena trauma peradaban.
"Bagaimana nasib pohon pohon yang ribuan ditanam itu, edukasi dan seabrek progresifitas hukum yang berlangsung, ah tampaknya tak disambut hangat para pihak.
Elviriadi memandang sebuah gerakan yang bagus di Indonesia seringkali berhadapan dengan peradaban bisu. Tapi yang penting , Green Policing telah membangun dunianya sendiri, jejak kebaikan yang kelak dikenang anak cucu, " pungkas peneliti yang rela gundul licin demi hutan tropis.
Dari Diskusi Cipayung Plus, Pakar Lingkungan; Green Policing Pengumuman Identitas Polda Riau, Lahir di Kepungan Peradaban Bisu
02 Jun 2026 • 08:46 WIB
|
reporter
Login untuk menyampaikan komentar
Lanjutkan dengan Google