Meranti -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis lalu (12/2). Api yang terdeteksi meluas di sejumlah titik berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama lima hari di lapangan.
Tim Fire Fighter PT RAPP turun langsung ke lokasi pemadaman dan diperbantukan oleh Tim Fire Fighter PT GCN, personel Koramil Merbau, Polsek Merbau, Pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu, serta aparat Desa Mengkopot.
Lima Hari Berjibaku Padamkan Api
Sebanyak kurang lebih 25 personel terlibat dalam operasi pemadaman tersebut. Proses penanganan dipimpin langsung oleh Leader Fire Fighter PT RAPP, Megat Kelana.
Tim menghadapi kondisi medan yang cukup menantang, dengan api yang terus meluas dan membakar lahan masyarakat. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran turut menghanguskan kebun sagu milik warga.
“Api sempat meluas dan membakar kebun sagu masyarakat. Namun pada hari Minggu titik api berhasil dikepung dan dilanjutkan dengan proses pendinginan,” ungkap Leader tim di lokasi.
Hujan Bantu Proses Pemadaman Total
Setelah proses pengepungan dan pendinginan dilakukan, hujan yang turun pada Senin turut membantu mempercepat pemadaman secara menyeluruh. Kondisi tersebut memastikan api benar-benar padam dan tidak lagi menyisakan bara aktif.
Tim gabungan memastikan lokasi telah dalam kondisi aman serta dilakukan pemantauan lanjutan guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah rawan lahan gambut dan perkebunan masyarakat.